Kami
Butuh Penunjuk Arah
Proses
kaderisasi adalah proses regenerasi yang sangat vital dalam organisasi karena
di punggung merekalah akan dititipkan jejak perjuangan semangat para penggerak bangsa.
Mereka mempunyai kelebihan dan keterbatasan yang berbeda sehingga untuk
memperlakukan mereka tidaklah sama satu dengan yang lain.
Hanya sedikit
kekuatan yang dapat diperlihatkan oleh seseorang saat kita tidak benar-benar
mengenal mereka lebih dekat, dan lebih banyak kekuatan tersembunyi yang tidak mereka
sadari. Oleh karena itu, kader tidak hanya diawasi tapi juga perlu dibina dan
didampingi sehingga mereka mampu melihat sisi terbaik yang mereka punya untuk
dibangkitkan.
Sebagai seorang
senior tentunya sangat bijak jika memberikan penunjuk arah pada kader agar
mereka mengerti kemana mereka akan melangkah, bukan malah menyalahkan mereka
saat mereka tidak pernah menghubungi para senior. Bukankah mereka masih butuh
penunjuk arah akan jalan pergerakan?
Kita menghadapi
orang-orang yang berbeda baik dalam hal intelektual ataupun dalam semangat. Sebagai
penunjuk arah, kita akan melihat potensi mereka dan memadukan potensi berbeda
yang dimiliki hingga membentuk kekuatan yang kompleks dan saling melengkapi.
Proses
pendampingan adalah proses pendekatan seorang senior untuk membangkitkan
kekuatan besar yang dimiliki oleh seorang kader, bukan proses menunggu seorang
kader untuk memperlihatkan kekuatannya sendiri.
Adalah tugas
bersama untuk menjadikan kader sebagai ujung tombak kekuatan terbesar yang akan
menggantikan posisi senior kelak. Sebagai warga pergerakan yang punya visi dan
misi bersama, tentu semua langkah pergerakan harus sesuai dengan visi dan misi
tersebut, bukan malah mengandalkan berbagai cara untuk kepentingan pribadi yang
malah banyak merugikan bahkan menciderai kader lalu berdalih sebagai usaha
untuk membimbing mereka menggapai visi misi bersama.
Menyalahgunakan
jabatan seorang senior hanya untuk kepentingan pribadi yang berdampak negatif
adalah awal dari kehancuran organisasi meskipun hanya ada sebagian kecil yang
melakukannya, namun semuanya akan tercemar. Nama organisasi akan jelek di mata
kader atau bahkan masyarakat.
Untuk
mengantsipasi hal itu, tentunya harus ada sanksi tegas bagi senior yang
perbuatannya sudah keluar dari visi dan misi organisasi, bukan malah
membiarkannya dan mengatakan bahwa itu adalah rahasia internal yang tidak patut
untuk dibuka. Namun jika seorang koruptor di negara ini dibiarkan dan tidak
diberikan sanksi yang tegas, akan jadi apa negara ini? Tentunya ini juga
berlaku untuk organisasi.
Jika penyakit
ganas seperti kusta dan diabetes sudah tidak mampu ditangani dengan baik, maka
jalan terakhir adalah melakukan amputasi agar tidak menyebar dan bertambah
buruk terhadap organ-organ tubuh yang lain. Tidak berbeda jauh dengan
organisasi. Jika pelanggaran yang sudah dilakukan baik kader ataupun senior
sudah tidak bisa ditolerir, jangan malah melindungi mereka, karena hal ini
hanya akan membuat organisasi semakin cacat.
“Tidak boleh
kita membela ketidakbenaran dalam organisasi. Inilah yang menjadi awal
kehancuran sebuah organisasi,” ungkap Pusawi, mantan Ketua Cabang PMII Sumenep.
Mahasiswa memang
merupakan agent of change, namun
tanpa pengetahuan yang cukup dari senior sangat kecil kemungkinan mereka untuk
menemukan sendiri arah pergerakan. Mereka butuh pendamping yang akan
membangunkan mereka dari tidurnya hingga mereka bangkit dan punya semangat
juang meneteskan darah pergerakan untuk oraganisasi tercinta yang membesarkan
mereka.
Kemana mereka
akan melangkah sangat cenderung mengikuti kemana penunjuk arah yang berada di
dekatnya. Jika sang penunjuk arah bisa menunjukkan arah mata angin yang benar,
mereka akan menjadi orang yang membanggakan. Namun jika sang penunjuk arah juga
tidak tahu dan bahkan tidak mau menunjukkan arah, ada kemungkinan mereka malah
akan meragukan kualitas kita sebagai penunjuk arah.
Bahkan para pecinta
alam yang telah ribuan kali melintasi hutan di alam semesta pun masih
membutuhkan kompas sebagai penunjuk arah. Memang sangat membanggakan bagi
seorang senior saat melihat seorang kader dengan semangat api yang ada di
pundaknya datang dengan tersenyum untuk meminta pendampingan, namun lebih
membanggakan lagi jika mereka mendapat uluran tangan agar semangat api yang
mereka punya dapat berkobar ke seluruh samudera pergerakan. Kader butuh
pendampingan agar mereka tidak seperti anak ayam kehilangan induknya.


0 comments:
Post a Comment