Pages

Monday, April 29, 2013

OPINI



Kami Butuh Penunjuk Arah
Proses kaderisasi adalah proses regenerasi yang sangat vital dalam organisasi karena di punggung merekalah akan dititipkan jejak perjuangan semangat para penggerak bangsa. Mereka mempunyai kelebihan dan keterbatasan yang berbeda sehingga untuk memperlakukan mereka tidaklah sama satu dengan yang lain.
Hanya sedikit kekuatan yang dapat diperlihatkan oleh seseorang saat kita tidak benar-benar mengenal mereka lebih dekat, dan lebih banyak kekuatan tersembunyi yang tidak mereka sadari. Oleh karena itu, kader tidak hanya diawasi tapi juga perlu dibina dan didampingi sehingga mereka mampu melihat sisi terbaik yang mereka punya untuk dibangkitkan.
Sebagai seorang senior tentunya sangat bijak jika memberikan penunjuk arah pada kader agar mereka mengerti kemana mereka akan melangkah, bukan malah menyalahkan mereka saat mereka tidak pernah menghubungi para senior. Bukankah mereka masih butuh penunjuk arah akan jalan pergerakan?
Kita menghadapi orang-orang yang berbeda baik dalam hal intelektual ataupun dalam semangat. Sebagai penunjuk arah, kita akan melihat potensi mereka dan memadukan potensi berbeda yang dimiliki hingga membentuk kekuatan yang kompleks dan saling melengkapi.
Proses pendampingan adalah proses pendekatan seorang senior untuk membangkitkan kekuatan besar yang dimiliki oleh seorang kader, bukan proses menunggu seorang kader untuk memperlihatkan kekuatannya sendiri.
Adalah tugas bersama untuk menjadikan kader sebagai ujung tombak kekuatan terbesar yang akan menggantikan posisi senior kelak. Sebagai warga pergerakan yang punya visi dan misi bersama, tentu semua langkah pergerakan harus sesuai dengan visi dan misi tersebut, bukan malah mengandalkan berbagai cara untuk kepentingan pribadi yang malah banyak merugikan bahkan menciderai kader lalu berdalih sebagai usaha untuk membimbing mereka menggapai visi misi bersama.
Menyalahgunakan jabatan seorang senior hanya untuk kepentingan pribadi yang berdampak negatif adalah awal dari kehancuran organisasi meskipun hanya ada sebagian kecil yang melakukannya, namun semuanya akan tercemar. Nama organisasi akan jelek di mata kader atau bahkan masyarakat.
Untuk mengantsipasi hal itu, tentunya harus ada sanksi tegas bagi senior yang perbuatannya sudah keluar dari visi dan misi organisasi, bukan malah membiarkannya dan mengatakan bahwa itu adalah rahasia internal yang tidak patut untuk dibuka. Namun jika seorang koruptor di negara ini dibiarkan dan tidak diberikan sanksi yang tegas, akan jadi apa negara ini? Tentunya ini juga berlaku untuk organisasi.
Jika penyakit ganas seperti kusta dan diabetes sudah tidak mampu ditangani dengan baik, maka jalan terakhir adalah melakukan amputasi agar tidak menyebar dan bertambah buruk terhadap organ-organ tubuh yang lain. Tidak berbeda jauh dengan organisasi. Jika pelanggaran yang sudah dilakukan baik kader ataupun senior sudah tidak bisa ditolerir, jangan malah melindungi mereka, karena hal ini hanya akan membuat organisasi semakin cacat.
“Tidak boleh kita membela ketidakbenaran dalam organisasi. Inilah yang menjadi awal kehancuran sebuah organisasi,” ungkap Pusawi, mantan Ketua Cabang PMII Sumenep.
Mahasiswa memang merupakan agent of change, namun tanpa pengetahuan yang cukup dari senior sangat kecil kemungkinan mereka untuk menemukan sendiri arah pergerakan. Mereka butuh pendamping yang akan membangunkan mereka dari tidurnya hingga mereka bangkit dan punya semangat juang meneteskan darah pergerakan untuk oraganisasi tercinta yang membesarkan mereka.
Kemana mereka akan melangkah sangat cenderung mengikuti kemana penunjuk arah yang berada di dekatnya. Jika sang penunjuk arah bisa menunjukkan arah mata angin yang benar, mereka akan menjadi orang yang membanggakan. Namun jika sang penunjuk arah juga tidak tahu dan bahkan tidak mau menunjukkan arah, ada kemungkinan mereka malah akan meragukan kualitas kita sebagai penunjuk arah.
Bahkan para pecinta alam yang telah ribuan kali melintasi hutan di alam semesta pun masih membutuhkan kompas sebagai penunjuk arah. Memang sangat membanggakan bagi seorang senior saat melihat seorang kader dengan semangat api yang ada di pundaknya datang dengan tersenyum untuk meminta pendampingan, namun lebih membanggakan lagi jika mereka mendapat uluran tangan agar semangat api yang mereka punya dapat berkobar ke seluruh samudera pergerakan. Kader butuh pendampingan agar mereka tidak seperti anak ayam kehilangan induknya.

0 comments:

Post a Comment

Our Blogger Templates Web Design

About This Blog

Pages

About

Recent Post

Slider(Do not Edit Here!)

Navigation (Do not Edit Here!)

Powered by Blogger.

Pages - Menu

Followers

Search Article Here