Pages

Monday, April 29, 2013

CERPEN



Surat Rindu
Maaf, bukan maksudku untuk menjadikanmu boneka dalam kisah ini. Sungguh aku tak bermaksud seperti itu. Atas nama persahabatanlah aku lakukan semua ini. Bukan maksudku tak menggangapmu ada. Andai saja aku bisa mengatakan semua kenyataan ini. Biarlah gemuruh petir dan derasnya hujan di malam ini yang menjadi saksi. Maaf bukan maksudku merekayasa keadaan. Sungguh aku tak bermaksud mempermainkan takdir. Maaf, bukan maksudku membohongi nurani. Hanya saja aku tak sanggup melihat kenyataan. Apakah kau percaya bahwa setiap kisah cinta itu selalu happy ending? Aku tak pernah percaya itu ada. Adakalanya kisah cinta itu bukan happy ending. Apakah kau ingat kisah cinta Romeo and Juliet atau kisah cinta Laila Majnun? Jadi kau tak perlu khawatir. Tak selamanya kisah cinta selalu berakhir dengan senyuman.
Sedari dulu aku tak pernah menginginkanmu menjadi indah dalam hidupku. Namun aku tak mampu sendiri untuk tidak mencintaimu. Karena kaulah yang aku cinta, dan hanya engkau pula yang selalu aku rindu.
Ketika aku tersadar akan adanya dia yang selalu mengertikan kamu, seakan aku berada di jurang yang sungguh sangatlah dalam akan kehilanganmu. Karena aku tahu, dia lebih dekat dan selalu bersamamu. Aku tahu, kamu adalah kekasihku. Dan juga aku tahu, aku dan kamu tak bisa terpisahkan jarak dan waktu. Namun apalah daya. Dia adalah sahabatku. Dan juga sahabat terbaikmu yang selalu menemanimu hingga akhir waktu (bukankah begitu dia berjanji kepadamu).
Namun surat ini akan mengajakmu untuk berdendang lagu cinta dengan masa lalu saat kau masih utuh untukku. Ya saat-saat kau masih tersenyum ria dalam peluk resahku. Aku tahu kamu disitu sangat membenciku. Namun aku juga tahu bagaimana membahagiakanmu. Walaupun aku juga tahu, aku bukanlah untukmu lagi. Tetapi itu kan kata kita dengan orang yang memilikimu. Namun bagi Tuhan, kita tetap saja ada waktu untuk bersama. Kecuali kau telah menghindar dan pergi lebih dulu dariku, dari dunia ini.
Apakah kau tahu mengapa aku lebih memilih persahabatan daripada cinta? Pasti kau tahu apa jawabnya. Pengorbanan sahabatku untuk mendapatkan cintamu lebih besar. Aku sendiri yang melihatnya. Saat hujan deras di sore hari, ketika dia mendengar kau jatuh sakit, dia berlari tak meperdulikan hujan dan senandung petir yang bergemuruh. Padahal saat itu, tak ada satu kendaraan umumpun melintas. Dia terus berlari menuju rumahmu yang terletak tidak jauh dari taman kota tempat kita biasa menghabiskan waktu untuk melihat pelangi setelah hujan. Tapi sayang, saat itu kau sedang tertidur lelap dan dia tak berani mengusik alam mimpimu.
Dia rela dihukum di bawah terik matahari demi kau. Apa itu semua masih belum cukup? Maaf  kalau aku tak pernah melakukan apa-apa demi kamu. Karna itu, aku menginginkanmu untuk merajut kisah cintamu dengan sahabatku. Aku yakin kisah itu tak akan berakhir dengan air mata. Aku yakin Romeo dan Juliet ataupun Lailai Majnun tak akan terjadi pada kisah kalian. Yakinlah kekasih! Bukan denganku kisah itu akan berakhir bahagia. Kau tak perlu khawatir. Jika kau perduli denganku, pergilah bersamanya dan ciptakan kisah cinta yang indah. Kelak jika waktu mempertemukan kita kembali, ceritakanlah kisah indah itu padaku agar aku percaya bahwa masih ada kisah cinta yang berakhir dengan senyuman.
Jika waktu tak berpihak, biarlah kisah cinta yang indah itu terlukis pada rangkaian warna pelangi yang akan muncul setelah hujan atau terangkai pada nyayian pipit yang menyambut senyum sang mentari dan bersinar bersama cahaya kunang-kunang di tengah redupnya alam.
Namun tak apalah. Hidup memang penuh pilihan kekasih. Maka aku akan mengajarimu dengan sebuah bingkai tentang keindahan hidup itu. Walaupun memang kau pasti membenciku kini. Kisah awal aku memutuskanmu adalah karena sahabatku yang tak pernah kau mau. Namun harus kamu tahu, bahwa dia sungguh sangatlah mencintaimu.
 
Kekasih percayalah, hujan kemarin sore akan memunculkan pelangi yang keindahannya kekal di hati setiap insan yang memiliki cinta. Aku yakin, dengan kelembutan dan kehangatan yang dimiliki sahabatku, pelangi itu akan selalu hadir di hatimu sebagai insan yang memiliki cinta. Cintailah dia wahai kekasihku dan belajarlah untuk melupakan orang yang tak mampu untuk membahagiakanmu. Aku sadari itu ketika kau sendiri bilang kepadaku bahwa aku pengecut. Setelah itu kau lari dan pergi meninggalkanku. Seandainya kau masih disini, di tempat dulu kita bertemu. Dan kau mau mendengarkan akan ceritaku kenapa memutuskanmu. Mungkin kau akan tak sebegitu bencinya kepadaku.
“aku hanya ibarat lelaki jalang yang sering kemana pergi mencari kasih sayang perempuan”.
Dan tak usahlah kau tangisi aku. Genggamlah dia sebagai penggantiku disampingmu. Kaupun tahu nanti seperti apa cintanya kepadamu. Aku tak mampu melihatnya menangis ketika kau bersamaku. Aku tak bisa membuatnya begitu sakit karena egoku untuk hidup bersamamu. Dan sekarang, aku berharap kau bahagia dengannya. Salam senandung rindu dariku kepadamu.



Pamekasan, 03 April 2013
MUSFIEK

0 comments:

Post a Comment

Our Blogger Templates Web Design

About This Blog

Pages

About

Recent Post

Slider(Do not Edit Here!)

Navigation (Do not Edit Here!)

Powered by Blogger.

Pages - Menu

Followers

Search Article Here