Surat Rindu
Maaf, bukan maksudku untuk
menjadikanmu boneka dalam kisah ini. Sungguh aku tak bermaksud
seperti itu. Atas nama persahabatanlah aku lakukan semua ini. Bukan maksudku
tak menggangapmu ada. Andai saja aku bisa mengatakan semua kenyataan ini.
Biarlah gemuruh petir dan derasnya hujan di malam ini yang menjadi saksi. Maaf
bukan maksudku merekayasa keadaan. Sungguh aku tak bermaksud mempermainkan
takdir. Maaf, bukan maksudku membohongi nurani. Hanya saja aku tak sanggup
melihat kenyataan. Apakah kau percaya bahwa setiap kisah cinta itu selalu
happy ending? Aku tak pernah percaya itu ada. Adakalanya kisah cinta itu bukan
happy ending. Apakah kau ingat kisah cinta Romeo and Juliet atau kisah cinta
Laila Majnun? Jadi kau tak perlu khawatir. Tak selamanya kisah cinta selalu
berakhir dengan senyuman.
Sedari dulu aku tak
pernah menginginkanmu menjadi indah dalam hidupku. Namun aku tak mampu sendiri
untuk tidak mencintaimu. Karena kaulah yang aku cinta, dan hanya engkau pula
yang selalu aku rindu.
Ketika aku tersadar
akan adanya dia yang selalu mengertikan kamu, seakan aku berada di jurang yang
sungguh sangatlah dalam akan
kehilanganmu. Karena aku tahu, dia lebih dekat dan selalu bersamamu. Aku tahu,
kamu adalah kekasihku. Dan juga aku tahu, aku dan kamu tak bisa terpisahkan
jarak dan waktu. Namun apalah daya. Dia adalah sahabatku. Dan juga sahabat
terbaikmu yang selalu menemanimu hingga akhir waktu (bukankah begitu dia
berjanji kepadamu).
Namun surat ini akan
mengajakmu untuk berdendang lagu cinta dengan masa lalu saat
kau masih utuh untukku. Ya saat-saat kau masih tersenyum ria dalam peluk
resahku. Aku tahu kamu disitu sangat membenciku. Namun aku juga tahu bagaimana
membahagiakanmu. Walaupun aku juga tahu, aku bukanlah untukmu lagi. Tetapi itu
kan kata kita dengan orang yang memilikimu. Namun bagi Tuhan, kita tetap saja
ada waktu untuk bersama. Kecuali kau telah menghindar dan pergi lebih dulu
dariku, dari dunia ini.
Apakah kau tahu mengapa aku lebih memilih
persahabatan daripada cinta? Pasti kau tahu apa jawabnya. Pengorbanan sahabatku
untuk mendapatkan cintamu lebih besar. Aku sendiri yang melihatnya. Saat hujan
deras di sore hari, ketika dia mendengar kau jatuh sakit, dia berlari tak
meperdulikan hujan dan senandung petir yang bergemuruh. Padahal saat itu, tak
ada satu kendaraan umumpun melintas. Dia terus berlari menuju rumahmu yang
terletak tidak jauh dari taman kota tempat kita biasa menghabiskan waktu untuk
melihat pelangi setelah hujan. Tapi sayang, saat itu kau sedang tertidur lelap
dan dia tak berani mengusik alam mimpimu.
Dia rela dihukum di bawah terik matahari demi
kau. Apa itu semua masih belum cukup? Maaf kalau aku tak pernah
melakukan apa-apa demi kamu. Karna itu, aku menginginkanmu untuk merajut
kisah cintamu dengan sahabatku. Aku yakin kisah itu tak akan berakhir dengan
air mata. Aku yakin Romeo dan Juliet ataupun Lailai Majnun tak akan terjadi
pada kisah kalian. Yakinlah kekasih! Bukan denganku kisah itu akan berakhir
bahagia. Kau tak perlu khawatir. Jika kau perduli denganku, pergilah bersamanya
dan ciptakan kisah cinta yang indah. Kelak jika waktu mempertemukan kita
kembali, ceritakanlah kisah indah itu padaku agar aku percaya bahwa masih ada
kisah cinta yang berakhir dengan senyuman.
Jika waktu tak berpihak, biarlah kisah cinta
yang indah itu terlukis pada rangkaian warna pelangi yang akan muncul setelah
hujan atau terangkai pada nyayian pipit yang menyambut senyum sang mentari dan
bersinar bersama cahaya kunang-kunang di tengah redupnya alam.
Namun tak apalah. Hidup
memang penuh pilihan kekasih. Maka aku akan mengajarimu dengan sebuah bingkai
tentang keindahan hidup itu. Walaupun memang kau pasti membenciku kini. Kisah
awal aku memutuskanmu adalah karena sahabatku yang tak pernah kau mau. Namun
harus kamu tahu, bahwa dia sungguh sangatlah mencintaimu.
Kekasih percayalah, hujan kemarin sore akan
memunculkan pelangi yang keindahannya kekal di hati setiap insan yang memiliki cinta. Aku yakin,
dengan kelembutan dan kehangatan yang dimiliki sahabatku, pelangi itu akan
selalu hadir di hatimu sebagai insan yang memiliki cinta. Cintailah dia wahai
kekasihku dan belajarlah untuk
melupakan orang yang tak mampu untuk membahagiakanmu. Aku sadari itu ketika kau
sendiri bilang kepadaku bahwa aku pengecut. Setelah itu kau lari dan pergi
meninggalkanku. Seandainya kau masih disini, di tempat dulu kita bertemu. Dan kau
mau mendengarkan akan ceritaku kenapa memutuskanmu. Mungkin kau akan tak
sebegitu bencinya kepadaku.
“aku hanya ibarat lelaki jalang yang sering
kemana pergi mencari kasih sayang perempuan”.
Dan tak usahlah kau tangisi aku. Genggamlah dia
sebagai penggantiku disampingmu. Kaupun tahu nanti seperti apa cintanya
kepadamu. Aku tak mampu melihatnya menangis ketika kau bersamaku. Aku tak bisa
membuatnya begitu sakit karena egoku untuk hidup bersamamu. Dan sekarang, aku
berharap kau bahagia dengannya. Salam senandung rindu dariku kepadamu.
Pamekasan, 03 April 2013
MUSFIEK


0 comments:
Post a Comment