Pages

Monday, April 29, 2013

ESSAI



Jangan Tanya, Aku Membutuhkanmu

“Aku tidak yakin padanya, pada diri sendiripun begitu kak, malah sebaliknya, aku ragu dan aku tak pantas,” ungkap seorang kader saat ditanya tentang semangat dan loyalitas pada PMII (Pergerakan Mahasiswa Indonesia)
Dalam upaya, semua telah banyak dilakukan oleh sahabat/i untuk menumbuhkan semangat, memotivasi, meyakinkan diri pribadi maupun orang lain, sampai ludah berbusa hampa tiada rasa. Khususnya di organisasi PMII (pergerakan mahasiswa islam indonesia). Seperti, silaturrahmi pada masing-masing kader, yang bertujuan untuk mempererat tali silaturrahmi. Seminar nasional, yang bertujuan untuk menjadi acuan semangat yang terdahulu, kajian-kajian rutin, dll. Semua tidak terlepas dari mengembalikan semangat pergerakan dalam peran organisasi di kehidupan masyarakat. Merasa menjadi lebih baik dan tertinggi ketika mengisi kekosongan orang lain, tanpa sadar dan berintropeksi siapa sebenarnya kita. Benarkah yang kita katakan pada mereka ? atau malah mereka hanya mengangguk ketika beretorika untuk menghargai kita yang pada dasarnya mereka tidak mengerti.
Organisasi hanya wadah, tempat dan sandaran untuk mengekspresikan kehendak yang kita inginkan, bebas tapi sesuai dengan aturan kebebasan. Artinya, tidak menyimpang dari aturan yang ditetapkan. Tapi, siapa yang patut disalahkan ketika organisasi diartikan  oleh banyak orang punya kebebasan yang sebenarnya, sehingga tak lepas telak ditemui kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan. Leluasa berekspesi dimana-mana dan kapanpun saja.
Apalagi ketika persoalan itu terjadi kemudian tak ada yang menghentikan dan memperingatkan, semuanya akan tambah kacau dan rumit menyelesaikannya. Realitanya, banyak kader yang menghidar dan pergi begitu saja. Awalnya, seperti contoh pada kegiatan MAPABA (masa penerimaan anggota baru), dari 100 mahasiswa berkurang menjadi 25 Peserta dalam kegiatan PKD (pelatihan kader dasar). Kemanakah mereka ?
Pendampingan secara utuh tidak pada moment tertentu, kepentingan pribadi dan saat terbutuhkan. Dari sisi dan kondisi bagaimanapun, selayaknya rasa sayang dan menganggap semua itu sama. Dan Figur yang kita butuhkan pada setiap lini dan sepak terjang sebagai contoh sikap untuk mereka, mengarahkan pada jalan yang sesuai dengan harapan bangsa, kritis, aktif, idealis dan konstruktif. Dan pada akhirnya, Agent of Change, Agent of Sosial Control, Agent of Knowledge menjadi gelar yang tercapai sebagai bentuk penghargaan kader ulul albab.

0 comments:

Post a Comment

Our Blogger Templates Web Design

About This Blog

Pages

About

Recent Post

Slider(Do not Edit Here!)

Navigation (Do not Edit Here!)

Powered by Blogger.

Pages - Menu

Followers

Search Article Here