Jangan
Tanya, Aku Membutuhkanmu
![]() |
“Aku tidak
yakin padanya, pada diri sendiripun begitu kak, malah sebaliknya, aku ragu dan
aku tak pantas,” ungkap seorang kader saat ditanya tentang semangat dan
loyalitas pada PMII (Pergerakan Mahasiswa Indonesia)
Dalam upaya, semua
telah banyak dilakukan oleh sahabat/i untuk menumbuhkan semangat, memotivasi,
meyakinkan diri pribadi maupun orang lain, sampai ludah berbusa hampa tiada
rasa. Khususnya di organisasi PMII (pergerakan mahasiswa islam indonesia).
Seperti, silaturrahmi pada masing-masing kader, yang bertujuan untuk mempererat
tali silaturrahmi. Seminar nasional, yang bertujuan untuk menjadi acuan semangat
yang terdahulu, kajian-kajian rutin, dll. Semua tidak terlepas dari
mengembalikan semangat pergerakan dalam peran organisasi di kehidupan
masyarakat. Merasa menjadi lebih baik dan tertinggi ketika mengisi kekosongan
orang lain, tanpa sadar dan berintropeksi siapa sebenarnya kita. Benarkah yang
kita katakan pada mereka ? atau malah mereka hanya mengangguk ketika beretorika
untuk menghargai kita yang pada dasarnya mereka tidak mengerti.
Organisasi
hanya wadah, tempat dan sandaran untuk mengekspresikan kehendak yang kita
inginkan, bebas tapi sesuai dengan aturan kebebasan. Artinya, tidak menyimpang
dari aturan yang ditetapkan. Tapi, siapa yang patut disalahkan ketika
organisasi diartikan oleh banyak orang punya
kebebasan yang sebenarnya, sehingga tak lepas telak ditemui
kejanggalan-kejanggalan yang dilakukan. Leluasa berekspesi dimana-mana dan
kapanpun saja.
Apalagi
ketika persoalan itu terjadi kemudian tak ada yang menghentikan dan memperingatkan, semuanya akan tambah
kacau dan rumit menyelesaikannya. Realitanya, banyak kader yang menghidar dan
pergi begitu saja. Awalnya, seperti contoh pada kegiatan MAPABA (masa
penerimaan anggota baru), dari 100 mahasiswa berkurang menjadi 25 Peserta dalam kegiatan
PKD (pelatihan kader dasar). Kemanakah mereka ?
Pendampingan secara
utuh tidak pada moment tertentu, kepentingan pribadi dan saat terbutuhkan. Dari
sisi dan kondisi bagaimanapun, selayaknya rasa sayang dan menganggap semua itu
sama. Dan Figur yang kita butuhkan pada setiap lini dan sepak terjang sebagai
contoh sikap untuk mereka, mengarahkan pada jalan yang sesuai dengan harapan
bangsa, kritis, aktif, idealis dan konstruktif. Dan pada akhirnya, Agent of Change, Agent of Sosial Control,
Agent of Knowledge menjadi gelar yang tercapai sebagai bentuk penghargaan
kader ulul albab.



0 comments:
Post a Comment